Omzet Rp45 Ribu per Hari Setelah Lamar 15 Perusahaan, Ini Kisah Junaedi Bangkit dari Keterpurukan

Pangestu Abi

Kesulitan mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu dampak signifikan dari penerapan PSBB dalam upaya menangkal penyebaran pandemi COVID-19. Hal tersebut juga dirasakan oleh Junaedi yang telah mencoba melamar ke lebih dari 15 perusahaan selama masa pandemi ini. 

Sebelumnya, sejak Oktober tahun lalu, pria berumur 21 thun ini memutuskan untuk berhenti menjadi barista di salah satu restoran di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Dirinya ingin mengejar impiannya untuk menjadi seorang pengusaha dengan mendirikan sebuah bisnis. 

Namun, ternyata harapannya menemui jalan terjal karena anggaran biaya yang dimilikinya belum cukup untuk membuka usaha. Selain itu, lokasi yang diinginkanya pun juga kunjung belum ditemukannya. 

Karena itulah, Junaedi memutuskan untuk bekerja lagi dengan melamar ke berbagai perusahaan. Resmi menyandang status pengangguran, mulai dari Januari hingga September tahun ini, dirinya pun tidak kunjung dipanggil oleh berbagai perusahaan tersebut.  

Awalnya, pria lulusa SMK tersebut mencairkan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) miliknya untuk menambah modal bisnisnya. Namun, uang tersebut digunakan untuk membantu membayar uang gadai emas ibunya. Sedangkan sisanya digunakan untuk bertahan hidup. 

Menurutnya, keluarga adalah yang utama. 

Pada Juni lalu, pria kelahiran Jakarta ini mencoba untuk membuat bisnis kopi botolan dengan modal yang didapat dari meminjam temannya sebesar Rp500 ribu. Namun, baru sebulan berjalan, bisnis tersebut mandek karena tidak adanya macam varian dan hanya menjual online.  

Junaedi tak patah arang. 

Setelah gagal, Junaedi memilih bangkit dan mendirikan usaha baru. Kini, dirinya memilih untuk menjual kudapan berupa bakso, otak-otak, hingga sosis bakar berbekal modal Rp1,3 juta dari meminjam kakaknya. 

Dengan target warga sekitar, dirinya berjualan di depan rumahnya, Jalan Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat. Dari usaha yang dibukanya setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.30 WIB ini, dirinay mendapat omzet penjualan hingga Rp45 ribu dengan harga Rp5 ribu per tiga tusuk. 

Junaedi ingin membuka lapangan kerja untuk orang yang masa lalunya kurang beruntung. 

Bisnis yang telah berjalan lebih dari seminggu tersebut dapat terus menyala karena niat mulia dari Junaedi. Dirinya ingin nantinya dapat mempekerjakan orang-orang eks pengguna narkoba dan orang-orang tak mampu. 

Menurutnya, orang-orang tersebut pasti memiliki alasan kenapa mengambil jalan seperti itu dan Junaedi juga percaya bahwa mereka juga pasti ingin berubah untuk jadi lebih baik. 

Editor: Fikriani

artikel terbaru