Hikmah Maulid Nabi, 7 Fakta Entrepreneurship Nabi Muhammad

Hikmat Rabbbani

Maulid Nabi Muhammad Saw menjadi momentum umat Islam untuk meneladani pribadi Beliau Nabi. Salah satu yang bisa kita contoh dari pribadi Nabi saw adalah spiritnya dalam menjalankan bisnis. Pada masa sebelum kenabian, Rasulullah saw dikenal seorang entrepreneur sukses.

Dikutip dari buku 88 Strategi Bisnis Ala Rasulullah Yang Tak Pernah Rugi (2019) dan Muhammad as A Trader (1997), berikut 7 fakta dan tips sukses entrepreneurship ala Rasulullah saw:


1. Pekerja Keras dan Mandiri

Nabi Muhammad saw ditinggal oleh kedua orangtuanya pada usia yang masih kecil. Kondisi ini membentuk Beliau saw menjadi sosok pekerja keras dan mandiri. Pada usia delapan tahun Rasulullah saw sudah bekerja sebagai pengembala ternak milik elit Quraisy. Profesi ini dijalankan Nabi saw selama empat tahun.

2. Magang ke Abu Thalib

Menginjak usia 12 tahun, Rasulullah saw mulai belajar menjadi entrepreneur. Namun, Beliau tidak langsung terjun ke dunia bisnis. Tapi magang terlebih dahulu di “perusahaan” pamannya, Abu Thalib. Nabi saw rutin pamannya berdagang ke Syam (Suriah). Proses magang selama 5 tahun ini membuat Nabi saw matang sebagai pebisnis.

3. Mendirikan Startup

Menginjak usia 17 tahun, Nabi saw sudah naik level lagi. Kali ini, Beliau saw sudah mulai merintis bisnisnya sendiri. Kalau di zaman sekarang, periode bisnis Nabi saw ini disebut dengan usaha rintisan (startup). Jadi, dalam berbisnis, Nabi saw memiliki visi jangka menengah dan panjang. Selain visioner dalam berbisnis, Nabi saw juga dikenal sangat berintegritas dan transparan, sehingga diberi julukan Al Amin (yang terpercaya).

4. Investment Manager

Kesuksesan Nabi saw dalam usaha rintisannya, membuat banyak investor di daerah Mekkah ketika itu ‘kepincut’ untuk berebut mengangkat Nabi saw sebagai manajer investasi (investment manager). Hal tak tak lepas dari kemampuannya yang diatas rata-rata. Namun, pada akhirnya Sayyidah Khadijah, yang kala itu dikenal sebagai womenpreneur, berhasil menyakinkan Nabi saw untuk menjadi manajer investasinya. Rasulullah saw kemudian menjadi manajer kafilah dagang (CEO) perusahaan milik Khadijah.

5. CEO Perusahaan Khadijah

Dibawah manajerial Nabi saw, bisnis Khadijah berkembang pesat. Menurut catatan, Nabi saw bahkan pernah berdagang hingga ke 17 negara lebih. Diantaranya Syam, Yordania, Bahrain, Busra, Irak, Yaman, dan lainnya. Di tangan Rasulullah saw, omset bisnis Khadijah melesat naik ke rekor tertinggi.

6. Harga Fair, Barang Berkualitaa

Para rekanan bisnis Nabi saw sangat suka menjalin perdagangan dengan Nabi saw. Harga yang Nabi saw tawarkan fair, sementara barangnya juga berkualitas. Jadi, mereka merasa tenang dan berkah ketika bertransaksi dengan Nabi saw.

7. Menikah Dengan Khadijah

Melihat karakter diri Rasulullah saw yang mengagumkan, sekaligus juga kemampuan bisnisnya yang sangat cerdas, Khadijah jatuh hati. Nabi saw kemudian menikah dengan Khadijah. Kesuksesan Rasulullah saw dalam dunia bisnis terlihat dari mahar yang diberikan ketika melamar Khadijah, yang mencapai sekitar enam miliar rupiah.  


 


 

Editor: Jahziel

artikel terbaru