Mengenal Abus-Saib, Partner Bisnis Sejati Rasulullah. Tidak Pernah Cekcok dengan Rasulullah

Hikmat Rabbbani

Maulid Nabi Muhammad saw diperingati oleh muslimin untuk meneladani sosok Beliau saw. Salah satu yang patut diteladani dari Rasulullah saw adalah kejujurannya dalam berdagang. Beliau saw dikenal sangat jujur dan transparan dalam menjalankan bisnis, sehingga di juluki sebagai Al Amin (yang terpercaya).

Nabi saw merintis bisnis “dari bawah”. Awalnya, Beliau saw menjadi pengembala ternak para petinggi Qurais. Selanjutnya, Beliau saw belajar bisnis kepada pamannya, Abu Thalib. Setelah menyerap seluk beluk ilmu bisnis, Nabi saw merintis usahanya sendiri, hingga kemudian dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses.

Popularitas Nabi saw sebagai entrepreneur sukses membuat Khadijah tertarik untuk merekrutnya menjadi CEO perusahaan miliknya. Di bawah manajerial Nabi saw, perusahaan Khadijah semakin maju dan mencapai puncak kesuksesannya.

Dari sejarah kesuksesan Nabi saw sebagai pebisnis, ada satu kisah yang jarang sekali muncul. Yaitu, sosok tokoh bernama as-Saib bin Abus-Saib. Figur Saib tak banyak diulas dalam sejarah. Namun, sebenarnya Abus-Saib memiliki jejak dalam sejarah hidup Nabi saw ketika Beliau saw menjalankan bisnis.

Dalam Sirah Nabawiyyah karya al-Mubarakfury, dijelaskan bahwa Abus-Saib adalah rekan bisnis Rasulullah saw. Selama Nabi saw menyelami dunia bisnis, Abus-Saib selalu menjadi partner loyal Nabi saw. Terutama di periode awal Nabi saw merintis bisnisnya. Bagi Rasulullah, Abus-Saib adalah rekan bisnis yang baik. Relasi bisnis keduanya didasarkan pada kejujuran, transparansi dan akuntabilitas. Sejarah mencatat keduanya tidak pernah berselisih dalam kerjasama bisnis. Keduanya menjadi partner bisnis sejati.

Sejarah mencatat bahwa hubungan Nabi saw dengan Abus-Saib tetap terjalin dengan baik hingga berpuluh tahun kemudian. Hal ini terekam dalam salah satu hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah.

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa saat Nabi saw menaklukkan kota Mekah, Beliau saw berjumpa dengan Abus-Saib. Pada pertemuan tersebut, Nabi saw berkata kepada Abus-Saib: “Selamat datang, wahai saudaraku dan mitra bisnisku. (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah). Hadits ini membuktikan langgengnya hubungan antar Nabi saw adan Abus-Saib. Abus-Saib termasuk orang yang akhirnya memeluk Islam. Ia hidup makmur dan sejahtera.

Sejarah membuktikan bahwa Nabi saw sukses menjadi entrepreneur yang besar. Dalam buku Muhammad A Trader, Afzalur Rahman menjelaskan bahwa reputasi bisnis Rasulullah saw dikenal ke seantero negeri. Mulai dari Yaman, Syiria, Yordania, Irak, Basrah, dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab. Ekspedisi perdagangan Nabi saw menembus hingga 17 negara.

Editor: Jahziel

artikel terbaru