Hikmah Maulid Nabi. Belajar Jadi Muslimpreneur dari 4 Sahabat Nabi Ini

Hikmat Rabbbani

Maulid Nabi Muhammad saw diperingati oleh muslimin Indonesia dan dunia untuk meneladani sosok Beliau saw. Pada masa awal kehidupannya, Rasulullah saw dikenal sebagai pebisnis sukses. Selain Nabi saw, para sahabatnya juga memiliki memiliki kemampuan berbisnis yang piawai. Mereka sukses sebagai pengusaha, dengan spesialisasi masing-masing.

Berikut ini 4 para sahabat Nabi saw yang sukses menjalankan bisnis serta tips-tips yang bisa diteladani dari mereka.

 

1. Smart Business Ala Abdurrahman bin Auf

Sebagai pebisnis, nama Abdurrahman bin Auf sangat populer. Ia dikenal bertangan dingin dan hoki dalam mengelola bisnis, sehingga hampir-hampir tidak pernah gagal. Awal mula kesuksesan Abdurrahman ketika ia hijrah dengan Rasulullah saw ke Madinah. Nabi saw mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Rabi, konglomerat tersohor di Madinah.

Sa’ad menawarkan untuk memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada Abdurrahman. Namun, Abdurrahman menolak dan hanya meminta Sa’ad untuk menunjukan padanya lokasi pasar di Madinah. Setelah diantarkan ke pasar, Abdurrahman mempelajari pola bisnis yang berjalan disana untuk menemukan celah peluang bsinis.

Dari hasil riset pasarnya, Abdurrahman menyimpulkan bahwa harga sewa “toko” di pasar Madinah mahal. Ia melihat ada sebuah lahan kosong. Abdurrahman mengajukan proposal kerjasama bisnis kepada Sa’ad untuk membeli lahan itu dan menyulapnya menjadi beberapa kavling toko untuk disewakan.

Sejak itu, kesuksesan bisnis Abdurrahman tak terkejar. Ia dikenal sebagai donatur dakwah Nabi saw.

2. Filantropi Bisnis Utsman bin Affan

Sahabat Utsman bin Affan juga tak kalah moncernya dari Abdurrahman bin Auf dalam hal bisnis. Utsman menekuni bisnis kain yang saat itu komoditi berharga. Lini bisnis Utsman lainnya adalah ternak. Konon, jumlah ternaknya terbanyak di kawasan jazirah Arab. Saking banyaknya kekayaan Utsman, konon sampai saat ini sebagian masih tetap tersimpan di suatu bank di Arab Saudi. Menurut kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah, total kekayaan Utsman kala itu mencapai Rp 2 triliun rupiah.

Kunci sukses bisnis Utsman adalah kedermawannnya. Sifatnya yang pemurah membuat bisnisnya menjadi berkah dan terus tumbuh (growth). Utsman mendermakan seluruh hartanya untuk dakwah Nabi saw. Kala perang Tabuk, Utsman mendonasikan 950 unta, 50 kuda serta 1.000 Dinar. Jika dikonversikan saat ini, senilai Rp 75,6 miliar rupiah.  Setiap bulan, Utsman juga rutin memberikan subsidi pangan kepada masyarakat miskin sebanyak 500 ton gandung atau setara Rp. 35 miliar.

3. Transparansi Bisnis Abu Bakar Ash-Shiddiq

Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq juga seorang pedagang sukses di Makkah. Bahkan, sejak remaja Abu Bakar telah terjun ke dunia bisnis dengan rutin pergi ke Basyra bermodal empat puluh dirham. Dari sana, bisnis Abu Bakar semakin maju. Ia dikenal sebagai pedagang yang jujur, transparan, dan akuntabel. Sehingga sangat disukai dan dipercaya oleh rekan bisnis dan pelanggannya.

Sejarah mencatat, ketika masuk Islam, Abu Bakar memiliki kkayaan 40.000 dirham atau kira-kira setara dengan Rp 94,5 miliar saat itu. Semua harta itu ia sumbangkan untuk dakwah Islam. Ketika meninggal, Abu Bakar hanya meninggal kekayaan satu dinar saja, karena hidupnya ia pesembahkan untuk perjuangan Islam.

4. Negosiator Bisnis: Urwah Al Bariqi

Sahabat Urwah Al Bariqi dikenal sebagai pengusaha yang pandai dalam bernegoisasi dengan relasi bisnis. Dalam sejarah, dikisahkan suatu hari Rasulullah saw melihat barang-barang impor yang dibawa oleh pedagang luar. Kemudian, Rasulullah saw memberi uang kepada ‘Urwah Al Bariqi sebanyak satu dinar untuk dibelikan seekor kambing.

Dengan kemampuan negoisasi bisnisnya yang ulung, ia berhasil membawa pulang dua ekor kambing dengan seharga satu dinar. Tak selesai disitu, dalam perjalanan pulang, Urwah berhasil menjual satu ekor kambingnya dengan harga lebih mahal. Skill negoisasi yang dimiliki Urwah sangat penting bagi seorang pebisnis.

Editor: Jahziel

artikel terbaru