Sarapan Pakai Teh Manis Campur Nasi, Warganet: Kamu Doang Kayaknya! 

Pangestu Abi

Nasi dengan lauk telur atau roti adalah sarapan yang biasanya dipilih oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, sebagian orang memilih untuk tidak sarapan karena hal-hal tertentu. Tetapi, seorang akun TikTok mengunggah sebuah video tentang sarapan yang dikonsumsinya yang membuat warganet terheran-heran. 

 

@elza_arswendo12

ada yg pernah nyoba.. kangen buatan mak jaman SD ass is sweaty - Kellan

 

Akun TikTok bernama @elza_arswendo12 mengunggah sebuah video tentang aktivitasnya di pagi hari sebelum menjalankan rutinitas kesehariannya. 

“Ada yg pernah nyoba.. kangen buatan mak jaman SD,” tulis akun @elza_arswendo12. 

Dalam video tersebut, akun @elza_arswendo12 memperlihatkan sarapan yang dikonsumsinya sebelum berangkat sekolah. 

“Sarapan jaman SD kalau mak ku nggak sempat masak,” tulis akun @elza_arswendo12 dalam video tersebut. 

Awalnya, video tersebut menunjukkan proses perekam video membuat teh dengan normal, mulai dari memasukkan gula ke gelas, menuangkan air panas, memasukkan teh celup hingga mengaduknya.

Langkah berikutnya yang membuat warganet menjadi geram. 

Setelah membuat teh tersebut, akun @elza_arswendo12 kemudian mengambil satu centong nasi. Alih-alih ditaruh di wadah lain, nasi tersebut langsung dimasukkan begitu saja ke dalam teh hangat tersebut. 

Menurutnya, itulah sarapan yang biasa dibuatkan oleh ibunya ketika sarapan tak sempat dihidangkan. 

Tak pelak, video unggahan @elza_arswendo12 tersebut mendapat sejumlah respons yang begitu beragam dari warganet. 

“Emaknya siapa yang ngajarin ini plis meresahkan sekali,” balas akun @mabaonline. 

“Enggak. Fix kamu doang kayaknya,” balas akun @nandapriscillia29. 

“Nggak usah ditemenin woi. Udah beda aliran sekte,” tulis akun @Saltisfying.

“Gue yang kemasukan 1 biji nasi aja panik,” balas akun @blo0myy. 

Hingga kini, video yang menyulut kegeraman warganet dari akun @elza_arswendo12 ini pun telah diputar lebih dari 2 juta kali dan mendapat lebih dari 28 ribu komentar.  

Editor: Pangestu Abi

artikel terbaru