Aksi Mahasiswa Kendarai Alat Bajak Sawah ketika Wisuda Drive-thru, Alasannya Bikin Mewek!

Pangestu Abi

Meski penerapan PSBB masih terus dilakukan, sejumlah universitas memilih untuk tetap melakukan wisuda secara offline. Bahkan, sejumlah aksi kocak pun menghiasi sejumlah wisuda offline tersebut. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram/@IAIN Tulungagung.

Video unggahan akun Instagram milik IAIN Tulngagung tersebut memperlihatkan prosesi wisuda yang dilakukan dengan cara drive-thru. 

“AIN Tulungagung belum ada jurusan pertanian, namun kreatifitas mahasiswanya luar biasa. Habis ini membajak dimana, mas? Asal jangan membajak WhatsApp-nya mantan,” tulis akun Instagram/@IAIN Tulungagung. 

Tak seperti para wisudawan lainnya yang menggunakan sejumlah kendaraan pribadi mulai dari motor atau mobil, seorang wisuda terlihat memilih untuk mengendarai alat bajak sawah. 

Dalam video berdurasi beberapa detik tersebut terlihat seorang mahasiswa yang kemudian diketahui memiliki nama Ahmad Misbahul Munir berada di bagian belakang alat bajak sawah tersebut dimana temannya sebagai sopirnya. 

Setelah berhenti di pelataran tempat wisuda drive-thru tersebut, mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tersebut langsung turun dan menuju tempat prosesi wisuda. 

Setelah itu, Ahmad pun langsung kembali ke alat bajak sawah tersebut untuk kemudian menuju rumahnya. 

Dalam melakukan seluruh proses tersebut, Ahmad terlihat begitu percaya diri dan tak malu jika dirinya berbeda dengan peserta wisuda lainnya yang mengendarai mobil atau motor. 

Tak pelak, video tersebut pun langsung mendapat respons yang begitu beragam dari warganet. 

“Kreatif,” balas akun @khurotinanggraeni. 

“Kok nggak ada yang naik buroq ya min?” balas akun @ervin.haqi. 

“Keren tapi sayang WA saya kena bajak mantan,” balas akun @songonce_raekyungofficial. 

Ternyata beberapa sumber menyatakan bahwa penyebab Ahmad memilih untuk menggunakan alat bajak adalah karena orang tuanya tidak memiliki kendaraan seperti mobil atau motor karena kesehariannya sebagai petani di sawah. 

Editor: Pangestu Abi

artikel terbaru