Kisah Warga Desa Tebing Mendaki 2 Ribu Anak Tangga Demi Sampai ke Rumahnya

Pangestu Abi

Jika biasanya jalan yang tergenang air, jalan yang tidak di aspal atau bahkan jalan berbatu yang menanjak, sejumlah warga harus naik tangga untuk melakukan kegiatan kesehariannya. Tangga tersebut pun digunakan untuk mendaki dan turun dari tebing. 

Dalam video unggahan akun Instagram @smart.gram tersebut, terlihat sejumlah warga sedang menaiki tangga bambu. 

Kegiatan tersebut dijalani oleh warga Desa Atuli’er atau yang biasa disebut sebagai Desa Tebing yang terletak di Provinsi Sichuan, Tiongkok. 

Desa Tebing tersebut terletak di atas tebing tinggi yang tidak memiliki akses jalan raya. Satu-satunya akses jalan yang dimilikinya untuk dapat tetap terhubung dengan berbagai desa sekitarnya adalah tangga yang terbuat dari bambu tersebut. 

Tangga tersebut dibuat hampir tegak lurus baik dari atas maupun bawah sehingga membuat siapa saja yang melewatinya harus ekstra hati-hati. Belum lagi pemandangan di sekitar tangga tersebut, sekali terpeleset jurang siap menanti. 

Selain itu, tangga tersebut tidak hanya sulit dilewati tetap juga memiliki jarak 800 meter dengan total anak tangga sebanyak 2.556. Dengan begitu, setiap harinya, warga Desa Tebing tersebut membutuhkan waktu hingga 2 jam untuk dapat melewati ‘jalan’ tersebut. 

Tidak akan pernah terbayangkan ketika musim hujan atau musim salju tiba, perjalanan tersebut akan terasa lebih panjang dan memerlukan tenaga ekstra untuk dapat melewatinya dengan ekstra hati-hati. 

Sedangkan untuk pengamanannya, hanya tersedia satu tali yang dikaitkan ke setiap warga yang hendak melintas. 

Tak ayal, perjalanan maut yang diunggah oleh akun Instagram @smart.gram tersebut mencuri perhatian sejumlah warganet. 

“Aku yang gemeteran liatnya. Serem,” balas akun @noura_salsabilla. 

“Ngeliat aja udah gue keringatan,” balas akun @awg.nikka. 

“Ya Allah, kaki ngilu amat liatnya,” balas akun @popi.anggia. 

Bahkan, dalam video tersebut juga terlihat sejumlah anak kecil yang dengan berani memanjat tangga Desa Tebing tersebut. 

Editor: Pangestu Abi

artikel terbaru