Berkat Keberhasilan Operasi Militer Pembebasan Pesawat Woyla, L.B Moerdani dan Teddy Rusdy Jadi Populer

Normalita Vinska

Di Bangkok, Thailand pada tanggal 31 Maret 1981 terjadilah operasi militer pembebasan Pesawat Woyla dan dalam operasi militer tersebut mengharuskan terjadinya gencatan senjata. Dalam Operasi tersebut L.B. Moerdani senantiasa didampingi dengan setia oleh Kolonel Teddy Rusdy.

Teddy Rusdy yang sebelumnya sudah mengamati kondisi Pesawat Woyla pada hari Selasa dini hari itu, diminta oleh L.B. Moerdani untuk mengambilkan selembar kertas dan mulai menulis pesan. Pesan yang ditulis oleh L.B. Moerdani dalam selembar kertas itu adalah "Dear Pak Yoga, from now on, the show is mine! LBM."

Selesainya L.B. Moerdani menulis secarik pesan, Teddy Rusdy langsung mendatangi atasannya dengan segera dan menyampaikan pesan tersebut kepada Jenderal Yoga yang merupakan Kepala Badan Koordinasi Intelijen, yang diketahui berada di Pusat Pengendalian Krisis atau sekitar 400 meter dari lokasi L.B. Moerdani berada. Teddy Rusdy kembali pada L.B. Moerdani dengan membawa balasan pesan, pesan balasan dari Jenderal Yoga tersebut berbunyi "OK Ben. Sukses."

Beberapa menit kemudian L.B. Moerdani berbicara melalui mic yang dipancarkan dari kokpit Pesawat Woyla kepada Jenderal Yoga "Di pesawat, Pak. Sudah selesai semua. Beres." karena sebelumnya keberadaan L.B. Moerdani dipertanyakan oleh Jenderal Yoga. Sebelum bisa berkomunikasi dengan Jenderal Yoga, Teddy Rusdy lah orang yang memastikan kelistrikan pesawat tersebut berfungsi.

Dan dari operasi militer itu, dunia mencatat bahwa operasi ini disamakan dengan operasi militer Israel dan Jerman yang diketahui juga berhasil menyelamatkan kasus yang sama. 

Atas keberhasilan operasi militer tersebut, L.B. Moerdani menjadi populer, namun dirinya tidak seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Karena dirinya turut membawa stafnya yang paling setia, yakni Teddy Rusdy untuk ikut serta naik.

 

 

Sumber: Tribunnews.com

Editor: Gethya Nabilla

artikel terbaru