Perkantoran Bupati Jayapura Siapkan Lapak Baru Untuk Para Pedagangnya

Wulandari Astiani

Sejumlah pedagang di areal perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura atau kompleks Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah Sentani, mengaku siap menempati lapak-lapak baru yang disediakan pemerintah.

Salah satu pedagang, Maryam, yang telah berjualan selama belasan tahun mengaku setuju dengan langkah yang diambil oleh pemerintah, untuk menertibkan para pedagang di areal perkantoran tersebut.

“Dua tahun sebelum Bupati Habel Suwae mengakhiri masa jabatannya, saya sudah berjualan di Gunung Merah ini,” katanya, saat ditemui di lapak jualannya, Jumat (17/6/2022).

Pedagang nasi kuning dan aneka minuman ini juga menjelaskan, bahwa dari sisi pendapatan dan modal yang diolah setiap harinya tidak begitu besar. Pendapatan itu hanya untuk kebutuhan keluarga, dan menambah modal untuk membeli barang yang nantinya dijual kembali.

Ibu tiga orang anak ini mengaku modal setiap hari di bawah 500 ribu rupiah, untuk keperluan membeli beras, sayur, mi, dan ikan laut yang nantinya diolah menjadi nasi kuning dan dikemas untuk dijual.

“Dua puluh hingga tiga puluh bungkus setiap hari untuk kepentingan penjualan, lalu ada minuman seperti aneka jus, kopi, dan teh yang setiap pagi dijual kepada para pegawai yang singgah di sini, sebelum mereka melaksanakan aktivitas di kantor,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Nurni, pedagang kopi dan teh lainnya yang juga sudah belasan tahun berdagang di Gunung Merah.

Selama belasan tahun berdagang, kata Nurni, ada setoran yang setiap bulan diberikan oleh belasan pedagang di areal perkantoran Gunung Merah ini kepada pemerintah.

“[Sebanyak] 230 ribu [rupiah] setiap bulan kami setor, dan itu cukup memberatkan kami yang belasan tahun berdagang dengan kondisi seperti ini,” katanya.

Nirna yang campuran Jawa dan Padang ini mengaku sangat mendukung langkah pemerintah, apabila lapak-lapak baru yang dibangun itu bisa dibuka dalam waktu dekat. Sebab berjualan dalam kondisi seperti ini juga menurutnya tidak nyaman, apalagi kalau musim hujan.

“Sejak 2007 berjualan dengan bermodalkan satu meja, kompor untuk masak air buat kopi dan teh serta susu bagi pegawai yang datang pagi hari, pendapatan hari-hari hanya untuk kebutuhan rumah tangga dan keluarga serta menambah modal jualan,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Joko Sunaryo mengatakan bangunan lapak baru akan dibuka bulan depan (Juli 2022), setelah pendataan mitra usaha yang akan menempati lapak-lapak yang tersedia.

“Ada 30-50 lapak yang tersedia, dan harus terisi semuanya. Semua pedagang disatukan di satu tempat seperti ini, sehingga kawasan perkantoran Gunung Merah ini juga terlihat tertib. Selain itu juga, dari hasil lapak-lapak ini ada pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah, tergantung dinas terkait yang mengeluarkan karcis retribusinya,” kata Joko.

 

Editor: Editor Pararta

artikel terbaru